MAK PANGGONG, GANGAN BELITONG GAYA MODERN

Mak PanggongSudah hampir 1/2 tahun aku tidak mengupdate Blog ini. Karena beberapa hal aku tidak mengupdate, bahkan sudah hampir melupakan bahwa aku masih memiliki blog ini. Banyak hal yang sudah terjadi selama 6 bulan belakangan ini. Mungkin aku akan menuliskan di lain waktu.

Kali ini aku akan menuliskan Rumah Makan baru yang sedang dibuka pada saat tulisan ini dibuat. Mak Panggong Gangan Belitong. 24 Desember 2014 dibuka. Sekitar jam 11, para undangan mulai datang untuk mencoba rumah makan ini.

image

Beralamat di Jalan Madura no.1 Tanjungpandan, Belitung, rumah makan yang bertema All about Belitong ini menghidangkan  menu-menu asli Belitong. Masakan andalan yang menjadi tema rumah makan ini adalah Gangan, yang merupakan makanan asli Negeri Laskar Pelangi. Gangan yang ditawarkan secara umum ada 2 jenis : Gangan Tradisional dan Gangan Tumis; dengan variasi gangan dengan pilihan bahan baku ikan, udang, cumi, campur dan vege. Selain itu ada juga menu lain seperti, Berego, Lempah Darat, Nasi gemok Belitong, nasi dulang dan lainnya.

 

Suasana di tempat ini sangat nyaman. Kita bisa melihat ke luar dengan sangat jelas. Meskipun agak panas, tiupan dari kipas angin tornado menjadi sangat nyaman. Tempat ini sangat sarat dengan nuansa etnik Belitong yang kental. Dinding di sekeliling ditutupi dengan tikar yang dibuat dari anyaman daun lais, khas Belitong. Di atas dihiasi oleh Terindak dan tudong saji. Selain itu juga terdapat benda-benda dari anyaman rotan. Lampu kuning yang ditutup dengan anyaman rotan juga menyinari sekeliling tempat.

imageTiap meja terdapat Kaleng yang biasanya dipakai untuk menjual bensin eceran, tetapi di  tempat ini menjadi tempat tisu dan tempat sendok. Menurutku itu sangat kreatif. Juga terdapat tempat sumbu dari kaleng. Di pojok kanan ruangan terdapat sepeda onthel, lengkap dengan Terindak, keranjang rotan dan  ambong. Bagian  dek juga tidak luput dari perhatian. Beberapa tempat diletakkan rotan yang biasanya digunakan untuk tirai. Sekeliling ruangan ditutup dengan kayu-kayu. Tempat seperti ini baru kali ini aku datangi. Sangat nyaman bila kita hendak bersantap.

Mulanya aku bingung akan memilih menu yang mana, karena banyak pilihan. Karena dari nama Mak Panggong Gangan Belitong dan aku belum pernah makan gangan udang, aku memilih Gangan Udang. Tidak perlu menunggu lama,3 ekor udang ukuran lumayan besar, menurutku, sudah terhidang dalam kuah kuning dari gangan. Orang bilang sendok  pertama menentukan segalanya, tidak salah. Saat mencoba sendok pertama dari kuah gangan, terasa segar kuah gangan langsung menuju tenggorokan.

image

Biarpun udang yang dihidangkan hanya 3 ekor, tapi ukurannya lebih dari udang yang biasanya aku makan. Rasa dari udangnya membuat aku sempat bertanya-tanya.. rasanya agak lain dari yang biasanya. Setelah cukup lama menerka-nerka, akhirnya aku sadar kalau ini adalah rasa alami dari udang itu sendiri. Artinya, udang yang dimasak digunakan dalam keadaan yang masih segar. Tidak hanya udang, sambal belacan yang dihidangkanpun rasanya sangat pas dan mengundang selera makan. Sebagai obat dahaga, aku memesan air jeruk konci, melengkapi makan siang.

image

Para turis yang berkunjung tidak perlu repot mencari tempat oleh-oleh. Di bagian dalam terdapat 2 spot yang digunakan untuk berjualan Kaos Agas dan D’Mahen, yang berjualan kaus-kaus Belitong dan juga batik Belitong. Mungkin di lain waktu aku akan pergi ke tempat ini lagi, untuk menikmati suasana Rumah Makan Belitong, Gangan Belitong Mak Panggong.

Advertisements

Published by

yonatha

I am a newbie blogger wannabe