Agustus yang membangkitkan kenangan

logo HUT RI 2016Ada sesuatu yang dinantikan pada saat menjelang 17 Agustus di kota kami. Setiap tahunnya seluruh sekolah dan kelompok masyarakat yang ada di kecamatan, berpartisipasi dalam lomba-lomba memperingati Hari Kemerdekaan. Lomba yang diadakan tahun ini, sejauh yang aku ingat, Lomba Baris Indah, Lomba Pawai Pembangunan, Lomba Gerak Jalan Tepat Waktu, Lomba Kesenian (mewarnai, menyanyi dan sebagainya). Aku sendiri mungkin sudah 12 tahun tidak menyaksikan lomba-lomba ini di kota kelahiranku. Dan aku hanya melihat 3 perlombaan, Baris Indah, Tanglong dan Pawai Pembangunan. Ada perasaan kangen yang terobati ketika melihat bagaimana para peserta bersemangat mengikuti lomba-lomba ini.

Rangkaian lomba tahun ini dimulai pada Minggu pagi, 7 Agustus; Lomba Gerak Jalan Tepat Waktu. Aku tidak begitu mengerti seperti apa lomba ini, karena kebetulan aku tidak menonton lomba ini dan aku tidak pernah ikut serta dalam lomba ini (kalau tidak salah ingat, belum ada lomba begini waktu aku masih sekolah). Tapi dari yang bisa aku tebak, mungkin seperti ini : satu tim berlomba dengan menempuh suatu jarak tertentu dan harus menyelesaikannya dalam waktu tertentu dan mungkin ada beberapa aturan.. seperti tidak boleh berlari dan sejenisnya… Mungkin aku akan lebih dapat gambaran kalau saja melihatnya…
Lomba Baris Indah diadakan pada Rabu Sore, 10 Agustus. Aku tidak begitu mengerti kenapa dinamakan Baris Indah, apa mungkin karena barisnya harus indah… Tapi yang jelas, biasanya lomba juga terbagi menjadi 2 kategori besar yaitu kategori putra dan putri. Juga terbagi menjadi 3 kelompok : SD, SMP dan SMA-Umum. Satu tim terdiri dari 21 orang ditambah 1 komandan tim. Marching Band berjalan di depan para peserta dengan suara riuh, untuk mengundang masyarakat berkumpul di pinggir jalan. Jarak yang di tempuh oleh peserta sekitar 4-5 Km. Selalu menarik untuk melihat dan mendengar marching band, namun sayang sekali pada saat itu Marching Band-nya tampak tidak kompak, sehingga agak tidak enak didengar..hehe… Di belakang mereka berbaris peserta kelompok SD. Komandan tim berjalan didepan, dengan tambahan atribut, beberapa memakai tongkat komando dan peluit untuk mengatur kekompakan gerakan. Anggota tim berbaris 3 di belakangnya; yang paling tinggi di depan, paling kecil di belakang. Beberapa tim terdiri dari campuran putra-putri, Ada beberapa peserta yang lebih tepat disebut mungil. Karena jika kuperkirakan masih duduk dibangku kelas 2 atau 1 SDkemungkinan karena siswanya sedikit. Tampak beberapa dari mereka sudah kelelahan ketika hampir mencapai garis finish. Barisannya pun sudah tidak lurus. Guru-guru mereka berjalan mengiringi di belakang. Dan kalau membayangkan bahwa mungkin aku juga pernah mengikuti hal serupa di saat masih bersekolah, menimbulkan perasaan rindu akan masa-masa yang sudah lalu..
Terkadang jarak antara 1 tim dengan tim lainnya begitu jauh… Kalau berdasarkan pengalaman, ini terjadi karena ada beberapa tim yang memakai “variasi” ketika berada di depan juri. Variasi itu seperti gerakan membentuk pola barisan.. biasanya lingkaran atau lainnya di dalam barisan. Dan seperti yang sudah aku lihat dulu, setidaknya itu membutuhkan 5-10 menit… Setelah kelompok SD, berbaris kelompok SMP di belakangnya lagi SMA-Umum. Kadang ada tim yang rapi dan tim yang tidak terlalu rapi. Biasanya mereka yang rapi adalah anak-anak yang baru masuk ke SMP/SMA, sedangkan yang paling tidak rapi adalah siswa-siswi kelas akhir. Dan seingatku, aku tidak pernah absen ikut sebagai peserta sewaktu sekolah… Bukan karena aku rajin, tapi dengan menjadi peserta, aku boleh tidak ikut pelajaran dan latihan baris-berbaris :D.. Good time 😀
Lomba Tanglong diadakan pada Jumat malam 12 Agustus. Tanglong merupakan sejenis pawai dan biasanya diadakan pada malam hari. Para peserta yang ikut biasanya membawa senter, obor dan lampion yang dibentuk macam-macam, sesuai dengan tema. Kembali marching band menjadi magnet untuk memanggil kami menyaksikan tanglong. Tahun ini ada yang membawa bentuk nyamuk raksasa dengan mata merah di bagian paling depan. Ada yang membawa Kapal. Dan kali ini lagi-lagi ada jarak di antara para peserta yang begitu jauh. Bukan karena ada “variasi” tapi keletihan.. karena ada beberapa lampion atau tema yang begitu besar, sehingga harus diangkat 4 anak, biarpun berbadan paling besar, tetapi tampak sekali, menggotong benda yang besar untuk jarak 3 Km akan membuat pegal, bahkan untuk orang dewasa sekalipun. Sesekali mereka berjongkok sambil berebutan minum di jalan. Dan setelah memberi semangat satu dengan lainnya mereka mulai berjalan, untuk berhenti lagi beberapa meter di depannya. Ada juga yang membawa properti yang begitu besar, sehingga ada anggota tim yang bertugas mengawasi agar tidak terkena kabel listrik PLN di jalanan. Yang menyebalkan adalah ada beberapa kendaraan yang nekad menerobos jalanan ketika para peserta berbaris… Not cool at all…
20160815_155246Pawai Pembangunan sebetulnya diadakan 2 kali. Yang pertama tanggal 8 Agustus, kalau tidak salah, dan peserta merupakan anak-anak PAUD dan kelas 1-2 SD. Aku tidak lihat pawai ini, karena tidak lewat depan rumah dan jarak yang ditempuh peserta hanya sekitar 1 Km saja :D. Pawai Pembangunan yang satu lagi diadakan pada 15 Agustus dengan peserta SD, SMP dan SMA-Umum. Seperti biasa, Marching Band selalu memimpin di depan dan lagu yang mereka bawakan lebih rapi daripada saat Baris Indah. Layaknya Pawai Pembangunan pada umumnya, setiap peserta membuat property sesuai dengan tema untuk memimpin barisan. Ada kapal, rumah adat, kantor Gubernur, kurungan, nyamuk dan lain-lain. Yang membuat aku heran, rata-rata peserta selalu ada yang berperan menjadi penjahat atau narapidana.. entah apa tujuannya :D.
20160815_152120Yang membuat berbeda pada tahun ini adalah cuaca tidak bersahabat. Seingatku cuaca selalu cerah pada setiap Pawai Pembangunan yang aku ikuti. Tapi tahun ini, mendung dan awan gelap sudah bergelantungan bahkan sejak sebelum Marching Band Sampai di depan rumahku. Harapan bahwa semoga cuaca cerah dan peserta tidak kehujanan rupanya tidak terwujud. Hujan turun dengan lebatnya pada sore itu. Bahkan sampai dengan peserta terakhir lewat. Kasian memang melihat peserta basah kuyup dan kedinginan. Beberapa mendekapkan tangannya di dada dan mengigil. Make-up yang dikenakan luntur di sana-sini. Ada yang melepas sepatu dan memilih untuk menentengnya.  Yang beruntung ada yang membawa payung, sesuai tema. Ada beberapa yang mencoba berteduh, tetapi tidak lama. Karena sudah terlanjur basah, mereka memilih untuk mencapai garis finish. Aku salut atas semangat yang para peserta tunjukkan. Property yang mereka bawah tampak sudah rusak dihantam hujan, tapi tidak menyurutkan tekad mereka untuk terus maju dan menyelesaikan perlombaan. Tidak mudah berjalan dalam hujan lebat… tapi semangat kebersamaan dan satu tujuan telah menyatuan para peserta untuk berjuang. Sungguh Pawai kali ini tidak akan terlupakan.
20160815_152136Catatan akhir, aku tidak setuju ketika adik ku berkata “Tidak ada gunanya kamu ikut serta lomba ini, hanya buat capek!”, itu yang dia katakan kepada anaknya, saat menonton lomba Baris Indah. Aku tidak setuju, kecuali memang anaknya sendiri yang tidak mau. Kalau anaknya mau, kenapa tidak.. “Kalau tidak ikut sekarang, mau kapan lagi… Dia sudah besar, masa mau dilarang-larang… kalau besok-besok dia takut, tak percaya diri gimana..”, Kira-kira itu yang aku ucapkan untuk menimpali kata-kata adikku. Ini hanya satu tahun sekali dan seumur hidup. Kapan lagi dia bisa membuat kenangan, melihat dan membayangkan bagaimana ketika dulu dia ikut lomba 17-an, hal-hal yang menjadi kesan di masa mendatang, kalau hanya dilarang, tidak boleh ikut. Lagipula, ini bukan kegiatan negatif. Sayang sekali ketika dia tumbuh dewasa dan tidak ada kenangan tentang bagaimana senangnya ikut serta dalam perlombaan, meskipun panas terik atau hujan; ketika tertawa bersama; ketika berlari-lari tidak karuan karena dikejar anjing pada waktu latihan :D; Perasaan lega karena sudah mencapai garis finish.. Menang dan kalah nomor 2… yang penting semangat kebersamaan dan partisipasi. Dan perasaan rindu ketika bertemu bulan Agustus yang membangkitkan kenangan di tahun berikut… I can’t wait next August 😀
Advertisements

Published by

yonatha

I am a newbie blogger wannabe

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s