What the….

Registration FormBukan tanpa alasan aku berminat untuk berkuliah di kampus yang tidak begitu terkenal ini… Tetanggaku menyekolahkan anaknya di kampus ini, dan diklaim merupakan salah satu universitas dengan jurusan TI terbaik se-Indonesia. Memang seperti orang jualan kecap no.1, yang dijual ya mesti no.1. Namun setelah pertama kali aku melihat kampus ini secara keseluruhan, aku mengambil keputusan untuk berkuliah di sini. Karena tempatnya tenang… karena tidak banyak mahasiswanya… atau mungkin lebih tepatnya tidak banyak mahasiswa yang tinggal pada libur panjang antar semester.

Continue reading What the….

Advertisements

12 tahun yang lalu

jamEinstein dalam salah satu teorinya mengatakan bahwa waktu berjalan secara relatif. Artinya waktu yang berjalan tergantung dari persepsi dari individu menjalaninya.¬†Katanya, semakin kecepatan kita mendekati kecepatan cahaya, waktu yang kita lalui akan semakin lambat. Terkadang kita sering mengatakan bahwa waktu berjalan begitu cepat, ketika kita sedang bersama dengan orang yang kita sukai.. Atau juga waktu berjalan begitu lambat, ketika kita sedang dalam kondisi yang membosankan… Walaupun sebenarnya waktu berjalan seperti biasa.. Detik demi detik… Detik menjadi menit.. menit menjadi jam.. jam menjadi hari.. hari menjadi bulan… bulan menjadi tahun…

Haahh… Tetapi tetap saja waktu berjalan begitu cepat… Tidak terasa aku sudah berumur 30 tahun. Baru saja rasanya kemarin aku bermain Sonic di Sega Mega Drive 16 bit, dan sekarang..here am I.. bermain Candy Crush di Facebook. Aneh rasanya, 30 tahun terlewati begitu saja, semua terasa mimpi yang lewat.

Tidak tepat juga untuk mengatakan kalau itu hanya mimpi.. Aku sendiri sudah lupa mimpi tadi malam… Semua yang kita lewati, suka sedih, semuanya terangkai menjadi kenangan. Berbicara tentang kenangan, aku ingat tentang bagaimana aku bertemu dengan temanku. Dulunya aku begitu dekat dengan dia. Banyak hal-hal yang sudah kamu lalui, dan tanpa alasan yang jelas aku “dipaksa untuk mengingatnya… menyebalkan…

Pertama kali aku melihatnya ketika aku baru akan mendaftar di kampusku yang dulu, 12 tahun yang lalu… Universitas Utusan Cahaya, Yogyakarta… Aku tahu namanya agak “unik” dan meragukan, pada waktu itu. Tapi di kampus ini, aku mengalami hal-hal terbaik dalam hidupku. Kembali lagi pada saat itu, aku baru saja berkeliling bakal kampusku ini… Kampusnya tidak begitu besar, aku bahkan kesulitan menemukan kampus ini, ketika melewati kamus itu, aku berpikir bahwa itu adalah kantor pemerintah, bukan kampus. Paduan warna coklat gelap dan coklat muda.. kaca-kaca jendela hitam menjadi dasar untuk ku beranggapan demikian. Gedung bertingkat tiga itu benar-benar mungil untuk ukuran kampus. Dari lantai 2 dan 3 yang berdekatan dengan atrium, kita bisa melihat semua orang yang baru datang dan keluar di atrium.

Mataku tiba-tiba tertuju pada seorang remaja, tampak sekali baru keluar dari kampung.. bukan maksudnya menghina, tapi dari caranya melihat dari lantai 1 ke lantai 3, turun lagi ke lantai 1, dengan mulut yang menganga.. tampak sekali baru kali ini dia melihat gedung 3 lantai. Dia datang dengan 1 orang yang hampir sepantar dengannya. Orang itu tampak mengajak anak itu ke  koridor kanan atrium. Dari dugaanku, anak itu adalah calon mahasiswa baru yang mau mendaftar ujian masuk. Oops.. aku terlalu lama memperhatikan orang.. aku lupa kalau aku juga harus mendaftar tes masuk.